23 w - Menerjemahkan

Media Umat
Rabu 15 Desember 2021
—————————————

*KEBINASAAN BAGI YANG MEMUSUHI ULAMA*

Kedudukan ulama dalam Islam sangat agung dan mulia. Mereka digelari sebagai pewaris para Nabi. Di pundak mereka amanah dien ini terpikul. Melalui mereka kemurnian ajaran Islam terjaga. Hidayah umat terpelihara –juga- melalui perantara mereka.

Kemuliaan mereka telah Allah sebutkan secara langsung dalam Kitab-Nya dengan mempersaksikan ketauhidannya terhadap Allah. Bahkan persaksian mereka disandingkan dengan persaksian Allah dan para Malaikat-Nya.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 18)

Para ulama adalah wali Allah yang beriman kepada-Nya, senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan ketaatan dan amal shalih. Hidup dan mati mereka benar-benar diabdikan untuk Allah. Karenanya, siapa memusuhi para ulama, Allah nyatakan perang terhadap-Nya. Siapa yang diperangi Allah, pasti akan celaka dan binasa.

Allah Ta’ala berfirman di hadits Qudsi,

مَن عادى لي وليًّا، فقد آذنتُه بالحرب

“Siapa memusuhi wali-Ku maka Aku nyatakan perang terhadapnya.” (HR. Al-Bukhari)

Imam al-Nawawi Rahimahullah dalam “Al-Tibyan fii Aadab Hamalah Al-Qur'an” menukil perkataan Imam Abu Hanifah dan Imam al-Syafi’i Rahimahumallah, “Jika ulama bukan wali-wali Allah, maka tidak ada yang menjadi wali Allah.”

Makna ‘Aadaa (memusuhi) mencakup membenci, memusuhi, dan menyakiti dengan perkataan dan perbuatan. Masuk di dalamnya mengkriminalisasi ulama. Siapa yang berani berbuat demikian, Allah maklumatkan kepadanya akan memeranginya. Siapa yang diperangi Allah, pasti Allah menghancurkannya.

أن لحوم العلماء مسمومة
“Bahwasanya daging para ulama itu beracun.” (Tabyin Kadzbil Muftari: 29)

Beliau menyebutkan kebiasaan yang sering terjadi dan sudah maklum bahwa orang-orang yang merendahkan (menghinakan) ulama maka Allah akan bongkar boroknya. Dan sesungguhnya siapa yang gemar menfitnah ulama dengan lisannya maka Allah menghukumnya sebelum kematiannya dengan kematian hati.

Allah Subahanahu wa Ta'ala,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. Al-Nuur: 63)

Oleh sebab itu, bertakwa dan takutlah kepada Allah wahai orang-orang yang membenci, memusuhi, menyakiti, menfitnah, dan mengkriminalisasi ulama. Karena yang akan bangkit memusuhi kalian adalah Allah; pencipta dan penguasa alam semesta.
Wallahu A’lam

Oleh : Ustadz Abu Misykah

—————————————-
Publikasi oleh https://t.me/media_umat